Mufliha's Site

Blog EntryNilai-nilai Dibalik Permainan RakyatMar 11, '08 5:54 AM
for everyone

Pada hari Senin, di ruang kuliah 202 gedung utara Fakultas Psikologi UGM, seorang mahasiswi mempresentasikan tugas kuliahnya di depan kelas. Tugas ini berkenaan dengan Local Wisdom dari produk budaya yang berkaitan dengan pengembangan emosi individu. Berbeda dengan teman-temannya yang lain, yang kebanyakan menguraikan bentuk-bentuk kecerdasan emosi dari pepatah-pepatah atau kata-kata bijak, mahasiswi tadi malah mencoba menggali muatan-muatan kecerdesan emosi dari sebuah permainan, yaitu Petak Umpet (sebenarnya mahasiswi tadi menyebut nama permainan itu dalam Bahasa Jawa, tapi aku lupa. Klo di Riau, kami menyebutnya “Tongkak Dingin”). Alasannya, permainan rakyat juga merupakan hasil budaya.

Presentasi yang dibawakan Isya, nama mahasiswi itu, berlangsung seru dan sangat menarik. Disamping Isya memang presenter “papan atas” di kelas itu, ternyata banyak hal menarik yang berkaitan dengan pengembangan emosi dapat dipelajari dari permainan itu. Mungkin Petak Umpet, dan banyak permainan rakyat lainnya, hanya dipandang sebagai permainan anak-anak yang sepele. Tapi lebih dari itu, Petak Umpet dapat menumbuhkan rasa saling percaya pada anak-anak, kesabaran diri, taktik dan strategi, keberanian mengambil resiko, semangat berjuang, empati, dan semangat untuk tidak menyerah atau patah arang.

Ketika si kalah harus menghitung sampai hitungan ke sekian, ketika itu secara tidak langsung ia telah belajar untuk percaya pada teman-temannya yang lain bahwa ia tidak ditinggal sendirian sambil terus menghitung. Begitu juga sebaliknya, ketika anak-anak lain bersembunyi, mereka juga sudah belajar mempercayai si kalah bahwa si kalah tidak akan pergi begitu saja dan membiarkan mereka terus bersembunyi.

Saat si kalah sedang dalam usaha menemukan teman-temannya, saat itualah sebenarnya si kalah telah belajar untuk mempertimbangkan sesuatu, belajar mengambil resiko, dan menata perasaannya sendiri. Dia bisa saja meninggalkan “pos”nya dan dengan mudah menemukan teman-temannya, tapi hal itu akan membuat pos nya  menjadi lebih mudah direbut. Jika dia berdiam menjaga pos nya, ketika itulah dia akan diolok-olok sebagai pengecut oleh teman-temannya. Situasi-situasi seperti ini membuat si kalah berpikir untuk mempertimbangkan resiko dan mengambil keputusan.

Bagi anak-anak yang menang pun, mereka tak kan mungkin terus bersembunyi. Mereka menyusun strategi untuk merebut pos, dan bertahan saat persembunyiannya hampir-hampir ketahuan. Hal ini menumbuhkan ketenangan, kesabaran, sekaligus mengembangkan kognitif anak.

Dalam permainan Petak Umpet, anak yang kalah tiga kali berturut-turut akan diberi reward, yaitu diberi kesempatan menang. Hal ini akan menumbuhkan rasa empati diantara anak-anak, mereka tak mungkin membiarkan temannya terus-terusan dalam keadaan kalah. Dan reward tadi secara psikologis menumbuhkan perasaan tidak putus asa pada anak yang kalah tadi, ia tetap bersemangat, dan tak merasa sedih atau ‘down’ dengan kekalahannya yang beruntun.

Begitulah Petak Umpet menumbuh-kembangkan kecerdasan emosi  anak. Seperti yang kita ketahui, kurikulum sekolah hanya memberi porsi yang besar pada aspek kognitif, kecerdasan emosi atau afeksi tidak diberikan secara eksplisit. Tidak ada pelajaran mengembangkan emosi diberikan seperti memberikan pelajaran menghitung dan membaca.  Karena itu, permainan-permainan rakyat ini amatlah penting untuk mengembangkan kecerdasan emosi anak.

Di berbagai daerah, permainan rakyat yang dapat menumbuh-kembangkan emosi ini amatlah banyak. Selain melatih kecerdasan emosi, permainan rakyat juga mengembangkan kecerdasan yang lain. Seperti bermain karet atau yeye dan Handy Plast dapat mengembangkan kecerdasan kinestetik. Sense terhadap kesenian juga dapat terbentuk lewat permainan-permainan yang dimainkan dengan nyanyian atau bahkan tarian.

 Selain permainan rakyat dapat mengembangkan berbagai macam kecerdasan, permainan rakyat juga merupakan sarana utama yang paling efektif dalam mengembangkan kepekaan social anak.


qolbimuth wrote on Mar 12, '08
assalamualaikum lya...
akhirnya aq bikin account di multiply.
khusus buat ngisi comment. he2....
untuk tulisan ini, aq kayaknya udh banyak ngasih comment, meskipun lewat ym....
jadi...
tunggu comment ku ditulisan2 lya selanjutnya.
ok?!

wassalam...
http://qolbimuth.wordpress.com/
anakkuantan wrote on Mar 13, '08
hehehe... oke deh mbak. Thx ya!!
Add a Comment